السلام عليكم

M Ridhona Z Nur اسمي

Mahasiswa Psikologi USU Angkatan 2016 لا تحزن إن الله معنا

عن نفسي

Hello

I'mridho

Psychology Student

M.Ridhona Z.Nur

experience

Front-End Development

2012-2016

UI/UX Design

2012-2016

Website production

2012-2016

Website maintain

2012-2016

service

Easily Customised

MODERN DESIGN

User Friendly

RESPONSIVE DEVELOPMENT

USER EXPERIENCE

Lovely Design

3000

LINES OF CODE

50

COFFEE CUPS

324

BOOKS

1234

GIFTS

Portfolio

tugas resume 3 after UTS Mengelola Kelas

Tugas Resume 3 After UTS
Mengelola kelas

Hasil gambar untuk mengelola kelas


Pengelolaan Kelas Secara Efektif
           Manajemen kelas yang efektif akan memaksimalkan kesempatan pembelajaran murid. Para pakar dalam bidang manajemen kelas melaporkan bahwa ada perubaha dalam pemikiran tentang cara terbaik untuk mengelola kelas

Mendesain Lingkungan Fisik Kelas
·       Prinsip Penataan Kelas
Empat prinsip dasar yang dapat dipakai untuk menata kelas (Evertson, Emmer, & Worsham, 2003):
·        Kurangi kepadatan di tempat lalu-lalang. Gangguan dapat terjadi di daerah yang sering dilewati.
·        Pastikan bahwa Anda dapat dengan mudah melihat semua murid. Tugas manajemen yang penting adalah memonitor murid. Pastikan ada jarak pandang yang jelas dari meja Anda, lokasi instruksional, meja murid, dan semua murid. Jangn sampai ada yang tidak kelihatan.
·        Materi pengajaran dan perlengkapan murid harus mudah diakses. Ini akan meminimalkan waktu persiapan dan perapian, dan mengurangi kelambatan dan gangguan aktivitas.
·        Pastikan murid dapat dengan mudah melihat semua presentasi kelas. Tentukan di mana Anda dan murid Anda akan berada saat presentasi kelas diadakan.

Gaya Penataan
ü Penataan Kelas Standar
      Terdapat sejumlah gaya penataan kelas, yaitu: auditorium, tatap-muka, off-set, seminar, dan klaster.
·        Gaya auditorium. Gaya susunan kelas di mana semua murid duduk menghadap guru.
·        Gaya tatap muka. Gaya susunan kelas di mana murid saling menghadap.
·        Gaya off-set. Gaya susunan kelas di mana sejumlah murid (biasanya tiga atau empat anak) duduk di bangku, tetapi tidak duduk berhadapan langsung satu sama lain
·        Gaya seminar. Gaya susunan kelas di mana sejumlah besar murid (sepuluh atau lebih) duduk di susunan berbentuk lingkaran atau persegi, atau bentuk U.
·        Gaya klaster. Gaya susunan kelas di mana sejumlah murid (biasanya empat sampai delapan anak) bekerja dalam kelompok kecil.

Menciptakan Lingkungan Yang Positif Untuk Pembelajaran

Menggunakan gaya otoritatif. Gaya manajemen kelas otoritatif berasal dari gaya parenting. Guru yang otorirtatif akan punya murid yang cenderung mandiri, tidak cepat puas, mau bekerja sama dengan teman, dan menunjukkan penghargaan diri yang tinggi. Gaya otoritatif bertentangan dengan strategi otoritarian dan persimisif yang tidak efektif. Gaya manajemen kelas otoritarian adalah gaya yang restriktif dan punitive. Focus utamanya adalah menjaga ketertiban kelas bukan pada pengajaran dan pembelajaran.
Mengajak murid bekerja sama.Menjalin hubungan positif dengan murid. Sebuah studi menemukan bahwa selain membuat aturan prosedur yang efektif , manajer kelas yang efektif juga menunjukkan perhatian pada murid. Perhatian ini menyebabkan kelas yang dirasakan aman dan nyaman bagi murid dan mereka merasa diperlakukan secara adil.
Mengajak murid untuk berbagi dan mengemban tanggung jawab. Beberapa pakar manajemen kelas percaya bahwa berbagi tanggung jawab dengan murid untuk membuat keputusan kelas akan meningkatkan komitmen atau kepatuhan murid pada keputusan itu.


sumber :Santrock, J.W. 2007. Psikologi Pendidikan (edisi kedua).Jakarta: Kencana.

tugas resume 2 after UTS Bimbingan Konseling

Tugas Resume 2 After UTS
Bimbingan dan Konseling

Hasil gambar untuk bimbingan dan konseling


Bimbingan dan konseling terkait dengan program pemberian layanan bantuan kepada siswa dalam upaya mencakup perkembangan yang optimal, melalui sebuah interaksi yang sehat dengan lingkungan.
bimbingan konseling memiliki dua pengertian, yaitu bimbingan dan konseling.
Bimbingan adalah suatu upaya pemberian bantuan kepada peserta didik dalam mencapai perkembangan optimal yaitu perkembangan yang sesuai dengan potensi dan sistem nilai tentang kehidupan yang baik dan benar.
Konseling adalah layanan utama dalam bimbingan dalam upaya membantu individu agar mampu mengembangkan diri dan mengatasi masalah melalui hubungan tatap muka atau melalui media, baik secara perorangan maupun kelompok.
 Bimbingan dan Konseling adalah proses interaksi antara konselor dengan konseli baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka membantu konseli agar dapat mengembangkan potensi dirinya ataupun memecahkan permasalahan yang dialaminya.

Ragam Bimbingan Menurut Masalah:
·        Bimbingan Akademik
·        Bimbingan sosial pribadi
·        Bimbingan Karir

.     A. Bimbingan akademik diarahkan untuk membantu individu dalam         menghadapi dan memecahkan masalah akademik.Masalah akademik yang dimaksud, seperti :  
·        Pengenalan kurikulum
·        Pemilihan jurusan
·        Cara belajar
·        Penyelesaian tugas dan latihan
·        Pencarian dan penggunaan sumber belajar
B.  Bimbingan Sosial Pribadi
Bimbingan sosial pribadi membantu siswa dalam memecahkan masalah sosial pribadi. Masalah sosial pribadi yang dimaksud, seperti :
·        Hubungan sesama teman
·        Hubungan dengan guru dan staf
·        Pemahaman sifat
·        Penyesuaian dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat
·        Penyelesaian konflik

C.    Bimbingan Karir
Bimbingan karir membantu individu dalam perencanaan, pengembangan dan pemecahan masalah karir. Masalah karir yang dimaksud, seperti
·        Pemahaman terhadap jabatan dan tugas kerja
·        Pemahaman kondisi dan kemampuan diri
·        Pemahaman kondisi lingkungan
·        Perencanaan dan pengembangan karir
·        Penyesuaian pekerjaan
·        Pemecahan masalah karir yang dihadapi


Tujuan Bimbingan
·        Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupan di masa yang akan datang
·        Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki seoptimal mungkin.
·        Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan.
·        Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat maupun lingkungan kerja.

Fungsi Bimbingan
Selain memiliki tujuan, bimbingan juga memiliki fungsi. Ada 7 (tujuh) fungsi bimbingan yang biasa kita kenal, yaitu :
·        Pemahaman
Membantu siswa memahami potensi yang dimiliki.
·        Preventif
Mengantisipasi masalah dan berusaha mencegahnya.
·        Pengembangan
Berupaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
·        Perbaikan (Penyembuhan)
Membantu siswa yang telah memiliki masalah.
·        Penyaluran
Membantu siswa memilih kegiatan pemantapan penguasaan karir.
·        Adaptasi
Memilih metode pendidikan sesuai dengan kemampuan individu
·        Penyesuaian
 Membantu siswa menyesuaikan diri dengan program pendidikan.
Prinsip – Prinsip Bimbingan
·        diperuntukkan baik semua individu baik bermasalah maupun tidak
·        Bimbingan bersifat individualis yang memandang setiap individu itu unik
·        Bimbingan menekan hal-hal positif yang membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri
·        Bimbingan merupakan usaha bersama dimana konselor, guru-guru dan kepala sekolah saling bekerja sama
·        Pengambilan keputusan merupakan hal yang esensial dalam  bimbingan
·        Bimbingan berlangsung dalam berbagai setting (adegan) kehidupan dimana bimbingan tidak hanya dapat berlangsung di sekolah
Asas Bimbingan dan Konseling
  •       rahasia,
  •       sukarela,
  •       terbuka,
  •       kegiatan,
  •       mandiri,
  •       kini,
  •       dinamis,
  •       terpadu,
  •       harmonis,
  •       ahli (menggunakan kaidah-kaidah profesional),
  •       ahli tangani kasus (memberikan kepada yang lebih ahli),
  •       tut wuri handayani (mengayomi).


Karakteristik kualitas pribadi konselor:
·        pemahaman diri (mengetahui masalah yang harus diselesaikan)
·        kompeten
·        kesehatan psikologis
·        dapat dipercaya
·        jujur
·        kekuatan (agar klien merasa aman)
·        bersikap hangat
·        active responsiveness (bersifat dinamis)
·        sabar
·        kepekaan (menyadari  masalah yg tersembunyi pada klien)
·        kesadaran holistic (memahami klien secara utuh)


sumber :Santrock, J.W. 2007. Psikologi Pendidikan (edisi kedua).Jakarta: Kencana.

testimonial

Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan.

-Ali Bin Abi Thalib-

the forth caliph

Karena Allah tidak pernah salah menitipkan luka,dia selalu memberikan luka pada jiwa yang lebih tabah dari sebelumnya,hati yang lebih sabar kedepannya,senyum yang lebih besar dari goresan lukanya.Bersyukurlah.

Yang paling besar di bumi ini bukan gunung dan lautan,melainkan hawa nafsu,yang jika gagal dikendalikan maka kita akan menjadi penghuni neraka.

Imam Al-Ghazali

BANG DHON
wa : 0853-6210-3397
Medan, North Sumatera

SEND ME A MESSAGE

عن نفسي

Followers

Blogger templates

Blogger news

Become our Fan